Dalam perjalanannya Kota Tasikmalaya tumbuh menjadi pusat perekonomian dan perdagangan termaju di wilayah Priangan Timur.
Salah satunya Pasar Cikurubuk menjadi pusat sentra perekonomian dan perdagangan terbesar di Kota Tasikmalaya bahkan di wilayah Priangan Timur
Pasar Cikurubuk adalah salah satu pasar tradisional terbesar di kawasan Tasikmalaya yang dibangun pada tahun 1994 dengan menempati lahan seluas 43.120 m2.
Pasar Induk ini memiliki beberapa fungsi yakni sebagai pasar grosir dan eceran, penunjang transportasi dan lintasan angkutan kota dari beberapa rute.
Secara geografis Pasar Cikurubuk berada di wilayah administratif Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Di pasar tersebut terdapat kurang lebih 2.772 pedagang pasar yang terdaftar dan belum termasuk pedagang kaki lima.
Mulai dari sayuran, buah, pakaian, hingga bahan pokok seperti beras, ikan, ayam, dan sebagainya tersedia di Pasar Cikurubuk.
Harga komoditas di Pasar Cikurubuk pun terbilang lebih murah bila dibandingkan dengan pasar-pasar yang ada di sekitar Kabupaten Tasikmalaya.
Didin (36 tahun), seorang pedagang di Pasar Ciawi Tasikmalaya mengungkapkan pengalamannya berbelanja di Pasar Cikurubuk.
“Ya kalo harga lebih murah di Pasar Cikurubuk. Saya kalo belanja suka ke Pasar Cikurubuk. Bawang merah contohnya suka beda 5 ribu dibanding pasar lain. Di pasar lain mah bawang merah teh 35 ribu, di Cikurubuk mah bisa 30 ribu,” ungkap Didin, kepada kabar-priangan.com Rabu, 4 Januari 2022.
Selain harga yang murah, Pasar Cikurubuk menyediakan bahan-bahan termasuk sayuran dengan sangat lengkap.
“Bukan cuma karena harganya yang murah saya pilih Pasar Cikurubuk, bahan-bahannya pun lengkap. Contohnya sampai ada kol ungu, paprika yang harganya 60 ribu per kilo, jamur kering yang harganya ratusan ribu pun ada di sana,” ujarnya.
Oleh karena harganya yang murah dan produk dagangan yang variatif, para pedagang di pasar lain berdatangan memburu Pasar Cikurubuk.
“Ada yang dari Pasar Pangandaran, Cikalong, pokonya banyak yang berbelanja ke Pasar Cikurubuk karena harganya yang murah dan barangnya yang bervariatif,” tambahnya.
Di tengah pamornya sebagai pasar yang murah dan variatif, Pasar Cikurubuk bebarapa kali mengalami kebakaran yang menghasukan banyak kios di dalamnya.
Hari ini Rabu, 4 September 2022 Pasar Besi di kawasan Cikurubuk hangus terbakar dilalap si jago merah.
Tak hanya itu, Pasar Cikurubuk juga pernah mengalami kebakaran hebat seperti di tahun 2017, 2019 dan pada medio September 2022.* (pikiran-rakyat)